Main Page Sitemap

Ebook robohnya surau kami


ebook robohnya surau kami

Dan Ajo Sidi yang kami mengetahui kematian Kakek hanya berpesan kepada istrinya untuk membelikan kami kain kafan tujuh lapis untuk Kakek, lalu pergi kerja.
An tanpa perbuatan memang sia-sia ebook ya boy.more.Namun Tuhan menjawab: Bukankah kalian orang-orang surau yang tinggal di Indonesia, negeri yang tanahnya sangat subur, sehingga tanaman pun tumbuh tanpa ditanam.Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ditinjau kembali dan memasukkan kami kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.Khalik, Kepala Jawatan Kebudayaan Sumatera surau Tengah, tempat Navis bekerja.Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami.Keduanya adalah ebook turunan darahnya yang berlainan ibu. Cukup beralasan juga kenapa Haji Saleh bersikap seperti itu, karena selama hidupnya di dunia, dia sudah pergi haji, makanya dipanggil Haji Saleh tentunya.
Dia menyerahkan hidupnya untuk Tuhan, sampai rela meninggalkan tres dan tres melupakan istri dan anaknya.
Akhirnya orang tua itu merasa malu atas sikapnya yang sok tahu dan nasihat-nasihatnya yang tidak benar.
Cerpen ini pertama kali terbit tres dalam majalah Kisah, Jakarta, tahun 1955.Intinya, dia merasa sudah melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan Allah kepadanya.Tampaknya tidak ada kemajuan, bahkan banyak kemundurannya.Ternyata anggapan itu tidak benar.Padahal, Aku menyuruh kalian untuk beribadat dan beramal, tapi bagaimana kalian bisa beramal kalau kalian hidup miskin?Tidak lama kemudian, Lena melahirkan secara tres mendadak sebelum waktunya yang mengakibatkan anaknya menjadi cacat.Orang tua itu menasihati Hasibuan agar menjauhi, bahkan kalau perlu mengusir gadis robohnya itu karena menurut orang tua itu, gadis itu kurang sopan atau gila karena sifatnya terlalu berani dan bertentangan dengan adat surau kebiasaan gadis di Minangkabau yang sangat pemalu dan tidak berani mendekati pemuda yang.Tak sesat sedikit pun kami membacanya.Cerpen kelima dalam buku itu berjudul "Datangnya dan Perginya" memberikan penyelesaian yang ekstrem.Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau tenores panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka.Sang ayah pada mulanya tidak mau memenuhi undangan itu karena rasa angkuh, malu, dan rasa bersalah, tetapi akhirnya ia pergi juga.Tambah tidak mengerti kita akan keputusan kakek apabila kita ingat bahwa ia punya fungsi yang berguna dalam masyarakat meskipun hanya sebagai pengasah pisau di samping kerjanya penjaga surau.Ia berharap agar anak yang menjadi kebanggaan dan tumpuan hidupnya itu berhasil menjadi dokter.Mereka semua tidak terima dengan keoutusan ini.


Sitemap